Feeds:
Posts
Comments

Bekerja di Rumah

Kadang – kadang ada hal – hal yang ‘memaksa’ kita untuk bekerja di rumah. Baik karena liburang panjang, tugas yang ternyata tidak terselesaikan di kantor, ataupun juga karena memang kita tidak mempunyai kantor dan harus bekerja di rumah.

 

Yang menjadi masalah, bekerja di rumah ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Image yang tertanam di sebagian besar manusia bahwa rumah itu adalah tempat untuk beristirahat, membuat kerja kita tidaklah efektif. Banyak gangguan yang sering terjadi. Padahal trend yang terjadi sekarang, semakin banyak orang yang ‘harus’ bekerja di rumah.

 

Berikut ini adalah tips – tips yang dapat anda lakukan, sehingga bekerja di rumah dapat seefektif bekerja di kantor (Saya sarikan dari berbagai informasi yang saya dapatkan di internet) :

 

1.     Tempat kerja.

Sebaiknya yang nyaman, cukup cahaya dan udara. Tempat kerja yang rapi semakin menunjang efektifitas bekerja. Namun hal ini tidaklah mutlak, karena ada beberap orang yang mempunyai tempat kerja yang super berantakan, namun mereka tetap dapat bekerja dengan baik.

 

2.     Kursi.

Ini adalah hal kecil yang sering ‘diabaikan’ namun ternyata sangat (kalau tidak bisa dibilang cukup) penting. Kursi yang tidak tepat, akan membuat kita menjadi lebih cepat capek, sehingga waktu kerja kita menjadi semakin singkat dan kerjaan kita tidak bisa terselesaikan. Satu hal yang cukup penting juga, kursi ini juga jangan terlalu nyaman, karena jangan2 malah membuat kita ‘malas’ dan ngantuk J

 

3.     Pertajam kemampuan kerja terinterupsi dan multitasking.

Menurut penelitian, seseorang butuh 15-20 menit untuk recovery pada pekerjaannya jika terganggu, misalnya oleh dering telepon atau diajak bicara. Kerja di rumah, khususnya bagi yang telah berkeluarga, interupsi adalah hal yang pasti. Untuk mengatasinya, perlu dibuat semacam stack di kepala kita (analogi program assembly). Saat terjadi interupsi, isi memori aktif di-push dulu ke stack, setelah interupsi selesai, pop-kan lagi isi stack.  Jika beruntung, bisa recovery dengan cepat.

 

4.     Istirahat (tetapi harus singkat) setiap 30 menit – 1 jam. Istirahat ini dapat diisi berjalan-jalan ringan dan mengistirahatkan mata dengan memandang sesuatu yang jauh atau memejamkan mata.

 

5.     Musik

Buat sebagian orang yang sudah terbiasa, bekerja sambil ditemani musik adalah sesuatu yang dapat membuat kita ‘melupakan waktu’. Namun sebaiknya anda dapat memilih ‘teman’ yang tepat. Agak kurang tepat jika ‘teman’ yang anda pilih adalah saluran televisi yang menyiarkan ‘berita’, karena ini akan sering menginterupsi kerja anda dan mengalihkan perhatian kita ke televisi.

Terserang kantuk saat bekerja atau belajar (membaca) merupakan hal yang sangat umum dialami oleh banyak orang. Sepengetahuan saya, belum ada tip yang cespleng untuk mengatasi problem rasa kantuk itu. Kalau pun ada, tip-tip juga masih subjektif sifatnya. Artinya, hanya pengalaman individual yang belum tentu cocok untuk orang lain.


Yang dimaksud kantuk disini adalah rasa kantuk yang bukan karena tiga sebab utama yaitu: karena sakit, terlalu lelah dan kurang tidur. Siapa pun yang sakit, atau terlalu lelah memang dianjurkan untuk banyak istirahat atau tidur. Kantuk karena sakit adalah kantuk yang boleh jadi karena pengaruh obat yang diminum atau kondisi tubuh yang tidak fit.

Terkantuk-kantuk karena kurang tidur, itu wajar. Bekerja atau belajar dalam kondisi kurang tidur akan membawa rasa kantuk yang luar biasa. Kantuk karena kurang tidur itu wajar, tetapi kantuk karena cukup tidur, atau bahkan kelebihan tidur itu tidak wajar.

Sebab, tubuh kita hanya menuntut istirahat tidur minimal enam jam dalam dua puluh empat jam (sehari). Artinya tubuh kita sehat dengan tidur enam jam sehari. Maka apa bila kita tidur masih melebihi itu sebenarnya sebuah tindakan yang kurang ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Jika ada seseorang yang kantuk dan terus tidur karena jam tidurnya kurang dari enam jam itu wajar. Namun jika ada seseorang yang jam tidurnya sudah enam jam, tapi masih kantuk dan langsung tidur itu adalah godaan setan yang terkutuk.

Tips yang “langsung” dapat dilakukan adalah :

1. Tariklah napas dalam dan pelan melalui hidung, kemudian lepaskan napas pelan melalui mulut. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …

2. Menarik napas dalam dan pelan lewat mulut, kemudian lepaskan napas pelan lewat hidung. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …

3. Menarik napas lewat hidung secara dalam dan pelan, kemudian lepaskan napas lewat hidung pelan. Lakukan pernapasan ini 3 kali.

Ketiga tips diatas adalah tips ‘langsung’ yang kita lakukan ketika tiba – tiba kita diserang kantuk. Namun umumnya ‘penyakit’ ngantuk dan malas ini umumnya sudah menjadi penyakit kambuhan, yang selalu ‘menyerang’ dalam kegiatan kita sehari – hari. Di bawah ini dituliskan tips – tips yang perlu anda ‘lakukan’ agar ‘penyakit’ kambuhan ini dalam hilang secara berangsur – angsur dan efektifitas anda baik dalam bekerja ataupun belajar sehari – hari dapat bertambah.

Tips – tips itu adalah :

1. Atur pola makan.

Syaraf otak (neuron) dalam menjalankan tugas rutinnya sangat membutuhkan energi yang sumbernya dari makanan yang kita konsumsi. Jenis dan kualitas makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap kinerja otak (pikiran). Maka aturlah pola makan dengan makanan yang mudah dicerna sehingga suplay energi tidak telat. Bila kita mengkonsumsi makanan yang berat, terlalu berserat yang sulit dicerna, energi habis untuk mencerna bahan makanan, suplay energi ke syaraf bekurang sehingga kantuk datang menyerang (contohnya makan kangkung).

2. Asosiasikan/bayangkan apa yang diharapkan dari kegiatan bekerja atau belajar itu.

Misalkan : pendapatan (uang) yang tinggi atau skor yang tinggi misalnya. Tidak cukup hanya membayangkan, tapi harus diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mendapatkannya. Tanpa keinginan yang kuat, emosi yang “membara” untuk memperolehnya, maka akan mudah terserang rasa kantuk. Sebab, salah satu hukum pikiran mengatakan bahwa “pikiran akan memberi apa yang diinginkan pemiliknya”. Bila pemiliknya meminta setengah hati, pikiran akan memberikan setengah hati pula. Artinya, pada saat kantuk dating dan karenan niatnya setengah hati, maka pikiran lantas welcome to kantuk!

3. Programlah pikiran bawah sadar Anda dengan cara self talk (bicara pada diri sendiri, membatin terus).

Salah satu cara untuk membuat program dalam pikiran bawah sadar adalah dengan cara self talk secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya tidak akan tidur waktu bekerja” atau “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Lakukan sesering mungkin dan seintens mungkin hingga benar-benar menjadi bagian dalam pikiran bawah sadar. Bagian inilah nanti yang akan mengingatkan dengan keras saat Anda mulai terkantuk-kantuk. Bagian ini yang nanti akan “protes” bila Anda mulai berpihak pada rasa kantuk.

4. Aturlah posisi duduk siap untuk bekerja atau belajar.

Jangan sambil duduk bersandar/kepala disandarkan. Jangan pula sambil tiduran. Posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya rasa kantuk. Kenapa posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya kantuk? Posisi atu gerak tubuh mempengaruhi kondisi pikiran. Bila Anda duduk bersandar, kondisi pikiran terbawa bada kondisi rileks, atau kondisi siap untuk ngantuk/tidur.

5. Patahkan pola kantuk Anda.

Kantuk itu ada polanya. Meskipun pada saat kantuk datang pikiran bawah sadar segera mengingatkan untuk selalu terjaga, namun bila tidak ada keberanian dari Anda untuk mematahkan pola kantuk, maka rasa kantuklah yang menang. Bablas tidur…!

Salah satu caranya adalah begini. Begitu rasa kantuk datang, sudah mulai menguap, jangan lanjutkan dengan duduk bersandar. Cari aktifitas jeda, aktifitas pemutus agar kantuk terusir. Caranya macam-macam: bisa berdiri dan lakukan gerakan-gerakan ringan, seperti jalan-jalan sebentar, bikin kopi, atau jalan-jalan kecil di ruangan sekedar manyapa teman dan refresing. Hasilnya, tidak akan ngantuk lagi.

6. Yang juga cukup penting adalah : Tehnik mematahkan pola (pikir dan kebiasaan).

Sebab, hampir semua inovasi, penemuan baru, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas, diawali dengan keberanian “mematahkan” pola lama, dan mengantinya dengan pola baru. Adalah tidak mungkin ingin mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi masih dengan cara (pola) pikir lama. Demikian halnya dengan pola kantuk yang pada akhirnya (hasilnya) tidur, maka sebelum kebablasan tidur, maka polanya harus diputus.

Tips – tips ini masih subjektif sifatnya. Artinya masih perlu banyak bukti tentang efektifitasnya. Namun, hemat saya, keberhasilan tip ini sangat tergantung pada sejauh mana Anda benar-benar mau membuang rasa kantuk setiap kali Anda terserang. Semakin kuat keinginan Anda untuk benar-benar mengalahkan kantuk, Anda akan berhasil. Selamat mencoba.